Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa TimurNewsPemerintahPendidikan

Semarak Perjusa SMPN 2 Ngadiluwih: Bentuk Karakter Disiplin, Mandiri, dan Kreatif Siswa Kelas 7

3
×

Semarak Perjusa SMPN 2 Ngadiluwih: Bentuk Karakter Disiplin, Mandiri, dan Kreatif Siswa Kelas 7

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM KEDIRI – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang digelar SMPN 2 Ngadiluwih pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti peserta didik kelas 7 ini menjadi momentum pengenalan kehidupan kepramukaan sekaligus membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Perjusa yang dikemas dalam rangka penerimaan tamu penggalang ini tidak hanya menghadirkan pengalaman bermalam di lingkungan sekolah. Para peserta juga dibekali berbagai materi dan aktivitas kepramukaan yang menuntut kekompakan, keberanian, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan aktivitas di pos-pos kepramukaan. Siswa mengikuti latihan PBB, sandi morse, semaphore, hingga materi dasar pertolongan dan kondisi darurat.

Agenda yang paling dinanti adalah penjelajahan atau tracking. Para siswa ditantang menyelesaikan misi secara berkelompok dengan tetap mengedepankan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Kemeriahan berlanjut di malam hari dengan api unggun dan pentas seni antar kelas. Kreativitas siswa kelas 7 pun diuji. Hasilnya, Juara 1 diraih kelas 7H, Juara 2 kelas 7J, dan Juara 3 kelas 7A.

Selain kegiatan kedisiplinan dan kreativitas, Perjusa juga diisi kegiatan keagamaan berupa doa bersama dan istighosah. Hal ini sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang tidak hanya cakap akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan akhlak baik.

Kepala SMPN 2 Ngadiluwih, Ririn Kasiani, http://S.Pd., menyampaikan Perjusa adalah bagian penting dalam pembentukan karakter siswa baru.

“Anak-anak kelas 7 ini sedang tahap awal mengenal lingkungan sekolah. Melalui Perjusa, kami ingin mereka belajar beradaptasi sekaligus membangun rasa percaya diri,” ujar Ririn, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, pendidikan kepramukaan sangat kuat karena siswa belajar langsung melalui pengalaman.
“Di sini anak-anak belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Mereka paham kelompok akan berhasil jika semua saling mendukung,” jelasnya.

Ririn juga mengapresiasi pentas seni. “Keberanian tampil, proses latihan, kekompakan kelas jauh lebih penting dari sekadar juara. Semua anak yang berani tampil sebenarnya sudah menjadi pemenang,” ungkapnya.

Ia berharap Perjusa menjadi pengalaman awal yang berkesan dan fondasi bagi siswa selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Ngadiluwih.
“Kami ingin mereka tumbuh menjadi siswa yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli sesama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan,” pungkasnya.( Arya*78 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *