Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa TimurNewsPemerintahPOLRITNI

Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

5
×

Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Kota Blitar – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca dan meningkatnya intensitas hujan, Polres Blitar Kota menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, Rabu (4/11/2026).

Apel yang dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., tersebut menjadi wujud kesiapan Polri bersama TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Blitar atau perwakilan, Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf. Imam Suyoso, S.Ag., perwakilan Yon TP 533/SBP, Kepala BPBD Kota Blitar, perwakilan PT PLN UPJ Blitar, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat utama Polres Blitar Kota, serta para Kapolsek jajaran.

Apel tersebut melibatkan kekuatan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polres Blitar Kota, Kodim 0808 Blitar, Yon TP 533/SBP, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, BPBD Kota dan Kabupaten Blitar, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PLN, RAPI, ORARI, Senkom, Saka Bhayangkara, Pramuka hingga relawan tanggap bencana.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres Blitar Kota, disampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana alam dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam amanat tersebut, sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 672 kejadian bencana di wilayah Jawa Timur. Peristiwa tersebut mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta kerugian material mencapai Rp7,552 miliar.

Selain itu, berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dan berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur. Kondisi tersebut menuntut seluruh unsur terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menekankan tiga langkah penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Pertama, melakukan pemetaan bersama stakeholder terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Kedua, memperkuat koordinasi dan jalur komunikasi antarinstansi serta membentuk posko kesiapsiagaan agar setiap laporan kejadian dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Ketiga, memastikan seluruh personel dalam kondisi fisik prima serta dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan peralatan pendukung yang memadai. Hal ini penting karena keselamatan petugas juga harus menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan tugas penanganan bencana.

Sejalan dengan amanat tersebut, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya sebatas apel dan pengecekan pasukan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, koordinasi yang solid, serta kecepatan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat ketika bencana terjadi.

“Negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita harus bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi untuk meminimalkan dampak bencana,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak seluruh personel gabungan dan elemen masyarakat untuk mengedepankan misi kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan bencana dapat berjalan secara cepat, tepat, profesional, dan humanis tanpa adanya ego sektoral.

Usai pelaksanaan apel, Kapolres Blitar Kota bersama para tamu undangan melaksanakan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, kendaraan operasional, serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi situasi darurat.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Polres Blitar Kota bersama TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan para relawan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Seluruh personel diharapkan senantiasa siap memberikan pertolongan, perlindungan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Jadilah petugas yang senantiasa membawa manfaat bagi sesama. Sebab, nilai pengabdian bukan hanya tentang seberapa besar yang kita lakukan, tetapi seberapa berarti kehadiran kita bagi mereka yang membutuhkan,” pungkas Kapolres. ( Jhn/Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *