Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaInfo DaerahNewsPemerintahSumatera Selatan

Safari Dakwah “Ibu, Madrasah Pertama Anak” Digelar di SMAN 13 Palembang, Bunda Astrie Ivo Ajak Orang Tua Jaga Pondasi Pendidikan Agama Anak

32
×

Safari Dakwah “Ibu, Madrasah Pertama Anak” Digelar di SMAN 13 Palembang, Bunda Astrie Ivo Ajak Orang Tua Jaga Pondasi Pendidikan Agama Anak

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS,COM Palembang, 2 Februari 2026 – Sebanyak puluhan orang tua siswa dan guru SMAN 13 Palembang mengikuti Safari Dakwah bertema “Ibu, Madrasah Pertama Anak” yang diselenggarakan pada hari Senin, pukul 08.00 WIB di aula utama sekolah yang juga difungsikan sebagai ruang ibadah. Acara yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) ini menghadirkan narasumber khusus, Bunda Astrie Ivo, yang dikenal aktif dalam gerakan “Sarakan Ibu Terbaik” untuk mengedukasi peran penting keluarga dalam pembentukan karakter anak.

Dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dari berbagai kelas di SMAN 13 Palembang, acara ini dimulai dengan sambutan dari Kepala SMAN 13 Palembang, Drs,H Ridwan Nawawi, S.Ag Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. “Kita seringkali mengandalkan pendidikan di sekolah saja, padahal pondasi utama pembentukan akhlak dan iman anak ada di rumah, dengan peran sentral dari ibu sebagai guru pertama,” ujarnya.

Dalam materi yang disampaikannya, Bunda Astrie Ivo menjelaskan bahwa konsep “ibu sebagai madrasah pertama” bukan hanya sekadar istilah, melainkan ajaran yang telah diatur dalam agama dan budaya bangsa Indonesia. Menurutnya, ibu memiliki peran yang tak tergantikan dalam membimbing anak sejak dini, mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga memahami nilai-nilai agama. “Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan anak setiap hari. Setiap kata, setiap tindakan ibu akan menjadi contoh yang mudah ditiru oleh anak-anak kita,” jelas Bunda Astrie dengan nada yang hangat dan penuh semangat.

Ia juga menguraikan berbagai langkah praktis yang dapat dilakukan oleh ibu untuk menjadi madrasah yang efektif bagi anak-anak. Di antaranya adalah dengan cara menyampaikan ajaran agama dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia anak, menciptakan suasana rumah yang penuh kedamaian dan kehangatan, serta menjadi teladan yang baik dalam menjalankan ajaran agama sehari-hari. “Jangan hanya menyuruh anak sholat, tapi tunjukkan bahwa kita juga menjalankan ibadah dengan khusyuk. Jangan hanya menyuruh anak berbicara baik, tapi kita juga harus menghindari kata-kata yang tidak baik di rumah,” tambahnya.

Selain materi utama, acara juga menyelenggarakan sesi diskusi yang sangat antusias. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak di era digital saat ini. Salah satu peserta, Ibu Lilis, yang merupakan ibu dari siswa kelas XI IPA, mengungkapkan kekhawatirannya tentang anak yang sering terpengaruh oleh konten negatif di media sosial. “Bagaimana cara kita sebagai ibu untuk membimbing anak agar tidak terjebak oleh hal-hal yang tidak baik di dunia maya?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Bunda Astrie Ivo menjawab bahwa kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan membangun kepercayaan antara ibu dan anak. “Jangan langsung melarang anak menggunakan gadget, tapi ajari mereka untuk menggunakan teknologi dengan bijak. Luangkan waktu untuk bersama anak, tanya apa yang mereka lihat dan bantu mereka memilah informasi yang baik dan buruk,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa penting bagi ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan diri, baik tentang agama maupun perkembangan zaman, agar dapat memberikan arahan yang tepat bagi anak.

Acara ini juga didukung oleh berbagai unsur terkait, termasuk komite sekolah dan organisasi orang tua siswa (ORMAWA) SMAN 13 Palembang. Ketua ORMAWA, Bapak Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat perlu untuk diadakan secara berkala. “Kita sebagai orang tua sangat membutuhkan edukasi seperti ini. Banyak hal yang kita belum ketahui tentang cara mendidik anak yang baik sesuai dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan “Sarakan Ibu Terbaik”, setiap peserta mendapatkan buku panduan praktis tentang peran ibu dalam pendidikan agama anak, yang diterbitkan oleh PPI. Selain itu, juga dibentuk kelompok studi kecil yang akan secara berkala melakukan pertemuan untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam mendidik anak-anak.

Pada penutupan acara, Bunda Astrie Ivo mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku dari apa yang telah dipelajari. “Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi ibu yang lebih baik, yang mampu membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang beriman, berbudi pekerti luhur, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dari panitia kepada narasumber serta seluruh peserta yang telah aktif berpartisipasi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal dari perubahan positif dalam dunia pendidikan keluarga di lingkungan SMAN 13 Palembang dan sekitarnya.,(Kusnandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *