BATAVIAINEWS.COM Bandung Barat – Proyek turbin mikro hidro dengan anggaran Rp 3 miliar yang dimulai pada tahun 2017 dan selesai pada tahun 2018, kembali dilanjutkan pada tahun 2019 namun terhambat karena masalah perijinan. Proyek yang berlokasi di Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat ini menuai pertanyaan dari warga setempat karena tidak adanya transparansi terkait pelaksanaan proyek.
Menurut rider lapangan, Yudi dan Yuda, proyek ini tidak diketahui oleh aparat setempat, termasuk kepala desa Gunung Halu, Polsek, Camat, dan Koramil, serta papan proyek yang ada di lokasi hanya mencantumkan nama proyek dan pelaksana, tanpa ada keterangan nominal anggaran dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Hal ini menimbulkan kecurigaan warga bahwa proyek ini tidak dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel.

Proyek ini dilanjutkan kembali pada Desember 2025 dan diharapkan selesai pada Januari 2026, namun karena pengerjaan yang tersendat, diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2026.
Menurut keterangan dari pihak desa, surat pemberitahuan tentang proyek ini baru diberikan dan akan ada rapat pada tanggal 31 Januari 2026 untuk membahas kelanjutan proyek ini.

Warga Desa Gunung Halu berharap agar proyek ini dapat dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel, serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat.(Haji Yusup/tim)














