BATAVIAINEWS.COM PADANG — Kota Bukittinggi akan kembali menjadi panggung peringatan sejarah Polisi Wanita (Polwan) Indonesia. Polda Sumatera Barat akan menggelar Police Women Run IV 2026 pada Minggu (27/9/2026), dengan target sekitar 3.500 peserta dari berbagai kalangan.
Berbeda dari sekadar ajang olahraga, gelaran yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 tersebut mengusung konsep olahraga berbasis budaya dan sejarah. Bukittinggi dipilih karena memiliki kaitan erat dengan perjalanan awal lahirnya Polwan di Indonesia.
Ketua Panitia Police Women Run IV 2026 yang juga Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, mengatakan Bukittinggi memiliki nilai historis yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Polwan.
Menurutnya, enam perempuan calon Polwan pertama menjalani pendidikan di Bukittinggi pada 1 September 1948. Momentum tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah terbentuknya Polisi Wanita Indonesia.
BACA JUGA :
- Api Melalap Gudang Rongsok di Winong, 20 Prajurit Kodim Boyolali Turun Tangan Padamkan Kobaran
- Police Women Run IV Digelar di Kota Sejarah Polwan, 3.500 Pelari Siap Ramaikan Bukittinggi
- BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA
- Babinsa Koramil Gandusari Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Demi Keselamatan Bersama
- Jadi Pembina Upacara di 11 SMP, Satlantas Polres Kediri Kota Tekankan Larangan Pelajar Berkendara di Bawah Umur
“Bukittinggi punya makna khusus bagi kami. Di kota inilah enam perempuan calon Polwan pertama menjalani pendidikan pada 1 September 1948, yang kemudian menjadi tonggak sejarah lahirnya Polisi Wanita Indonesia,” ujar Anissullah.
Keberadaan Tugu Polwan di Bukittinggi semakin memperkuat nilai sejarah tersebut. Karena itu, penyelenggaraan Police Women Run di kota ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polwan.
Lari Sambil Menyusuri Jejak Sejarah
Pada penyelenggaraan tahun keempat, Police Women Run mengangkat tema “Run The Culture”.
Tema tersebut merepresentasikan konsep culture policing yang mengedepankan penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal, sekaligus membangun kebersamaan, disiplin serta sportivitas.
Anissullah mengatakan, konsep tersebut sengaja dibawa agar interaksi antara Polri dan masyarakat tidak hanya berlangsung melalui pendekatan formal.
“Run The Culture kami maknai sebagai bergerak bersama melalui olahraga, mengenal dan menghargai budaya, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga sarana untuk memperkuat kedekatan kami dengan masyarakat,” katanya.
Semangat tersebut diterapkan melalui konsep “Heritage Running Route”. Rute perlombaan dirancang melewati atau mendekati sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya dan pariwisata di Bukittinggi.
Salah satu ikon yang menjadi bagian dari kawasan tersebut adalah Jam Gadang, yang selama ini menjadi salah satu landmark utama Kota Bukittinggi.
Dengan konsep itu, peserta tidak hanya berlari mengejar waktu, tetapi juga mendapatkan pengalaman menyusuri ruang-ruang yang menjadi bagian dari identitas kota.
3.500 Peserta Ramaikan Dua Kategori
Police Women Run IV 2026 ditargetkan diikuti sekitar 3.500 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polwan, personel Polri laki-laki, keluarga besar Polri, komunitas olahraga, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Jumlah tersebut melanjutkan antusiasme peserta pada penyelenggaraan sebelumnya. Pada 2025, kegiatan serupa di Bukittinggi tercatat diikuti 3.658 pelari.
Tahun ini panitia membuka dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K.
Kategori 5K diperuntukkan bagi kelompok pelajar, umum dan Polri. Sementara kategori 10K mencakup kelompok pelajar, umum, Polri serta kategori Master untuk peserta berusia 40 tahun ke atas.
“Setiap tahun kami berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi konsep, partisipasi, keselamatan, maupun pelayanan kepada peserta,” ujar Anissullah.
Ia berharap penyelenggaraan tahun keempat dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi institusi Polri, tetapi juga masyarakat dan sektor pariwisata di Bukittinggi.
Bukan Hanya Race, Ada Expo hingga UMKM
Rangkaian Police Women Run IV 2026 tidak berhenti pada hari perlombaan. Panitia menyiapkan sejumlah agenda pra-event, mulai dari peluncuran kegiatan, kampanye melalui media sosial, pembukaan registrasi hingga kegiatan yang melibatkan komunitas.
Peserta juga akan mengikuti Race Pack Collection dan Running Expo. Dalam kegiatan tersebut terdapat proses verifikasi peserta, pembagian BIB dan jersey, booth sponsor, UMKM, pertunjukan budaya hingga technical meeting.
Sementara pada hari perlombaan, peserta mulai memasuki area kegiatan sejak pukul 05.30 WIB.
Flag off kategori 10K dijadwalkan pukul 06.30 WIB, disusul kategori 5K pada pukul 06.45 WIB. Perlombaan berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB.
Setelah lomba, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan, awarding ceremony, pembagian door prize dan grand prize. Seluruh rangkaian dijadwalkan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
Polri Bidik Dampak ke Pariwisata Bukittinggi
Polda Sumbar berharap kehadiran ribuan peserta dan keluarga pendamping dapat memberikan efek positif terhadap perekonomian lokal.
Selain menjadi ajang olahraga dan peringatan sejarah Polwan, kegiatan tersebut diharapkan ikut mempromosikan destinasi wisata, ekonomi kreatif serta UMKM di Bukittinggi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberi nilai tambah bagi promosi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM Kota Bukittinggi,” kata Anissullah.
Menurut dia, Police Women Run juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan memadukan olahraga, sejarah, budaya dan pariwisata, Police Women Run IV 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak bagi para pelari, tetapi juga menghidupkan kembali hubungan antara sejarah Polwan, masyarakat dan Kota Bukittinggi. (Arya78)














