Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa TimurNewsPOLRI

Lewat Aksi Nyata Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota, Desa Tarokan Bersiap Jadi Pelopor Mandiri Pangan

8
×

Lewat Aksi Nyata Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota, Desa Tarokan Bersiap Jadi Pelopor Mandiri Pangan

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM KEDIRI — Komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi pilar utama “Asta Cita” Presiden RI terus digelorakan oleh jajaran Polres Kediri Kota. Melalui inovasi dan pendekatan humanis di tingkat akar rumput, Korps Bhayangkara hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Seperti yang terlihat di Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Seorang anggota Bhabinkamtibmas (BKTM) setempat sukses mencuri perhatian karena turun langsung ke sawah untuk mengedukasi warga. Ia adalah Aiptu Sunarko, personel Polres Kediri Kota yang bertugas di Polsek Tarokan, pada Rabu (24/6/2026).

Menariknya, selain gagah mengenakan seragam cokelat kepanduan, pria asli Desa Loceret, Nganjuk ini ternyata merupakan seorang petani sukses di daerah asalnya. Kombinasi unik inilah yang membuatnya memiliki kedekatan emosional sekaligus keahlian teknis yang sangat disegani oleh warga desa binaannya yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Aksi nyata yang dilakukan oleh Aiptu Sunarko ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan tertinggi kepolisian resor setempat.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tarokan, AKP Priyo Hadistyo, S.H., menyampaikan bahwa Polres Kediri Kota memang mendorong para personel Bhabinkamtibmas untuk jeli melihat potensi wilayah dan memberikan manfaat langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Banyak anggota Bhabinkamtibmas di jajaran Polsek Tarokan yang ternyata di desa asalnya juga merupakan petani sukses. Salah satunya adalah Aiptu Sunarko ini, yang sudah dikenal luas sebagai petani sukses di bidang pertanian di kampung halamannya di Nganjuk,” ungkap AKP Priyo Hadistyo menyampaikan pesan Kapolres Kediri Kota.

Lebih lanjut, AKP Priyo menjelaskan bahwa keahlian Aiptu Sunarko dalam dunia bertani tidak perlu diragukan lagi. Berbagai macam tanaman komoditas berhasil ditanamnya dengan hasil panen yang sangat bagus. Mulai dari tanaman pangan seperti jagung, buah-buahan seperti melon dan semangka, hingga tanaman bawang merah (brambang) yang menjadi produk andalannya selama ini.

Di balik ketulusannya berbagi ilmu secara sukarela dan ikhlas, pria asal Loceret Nganjuk ini menyimpan harapan besar bagi masa depan warga di wilayah tugasnya. Bagi Aiptu Sunarko, mendampingi petani bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan sebuah pengabdian hati yang tulus.

“Harapan terbesar saya adalah melihat seluruh petani di Desa Tarokan ini bisa hidup berkecukupan dan mampu mewujudkan cita-cita keluarganya melalui hasil bumi mereka sendiri. Saya ingin suatu saat nanti, ketika masa dinas saya di kepolisian telah usai dan saya pensiun, saya bisa meninggalkan rekam jejak yang bermanfaat berupa ilmu pertanian yang berkelanjutan. Akan menjadi kebanggaan terbesar dalam hidup saya melihat para petani di desa binaan saya ini tumbuh menjadi petani yang mandiri dan sejahtera,” tutur Aiptu Sunarko dengan penuh haru.

Dalam setiap kesempatan tatap muka, Aiptu Sunarko juga aktif memberikan pesan-pesan penting bagi warga, khususnya para petani jagung:

Pesan Kamtibmas untuk Petani Jagung:

Jaga lahan, jaga silaturahmi: Kalau mau ninggalin gubuk/lahan lama, titip ke tetangga atau ronda. Maling seneng lahan sepi.

Waspada pencurian hasil panen: Masa panen rawan. Simpen jagung di tempat aman, jangan numpuk di pinggir jalan/gubuk yang gampang dijangkau.

Hati-hati alat pertanian: Traktor, mesin pompa, aki, kabel. Kunci dan simpen rapih habis dipakai. Banyak kasus kehilangan pas malem.

Jangan main hakim sendiri: Kalau ketemu maling/penadah, tahan + lapor Babinkamtibmas/Polsek terdekat. Kita beresin bareng sesuai hukum.

Waspada penipuan pupuk/obat: Beli di kios resmi/kelompok tani. Kalau ada yang nawarin “pupuk subsidi murah” tapi nggak jelas, curiga dulu. Cek, tanya, baru beli.

Kebakaran lahan: Musim kemarau gampang kebakar. Jangan bakar jerami sembarangan, apalagi pas angin kenceng. Kena denda + bahaya tetangga.

Babinkamtibmas itu mitra petani, bukan momok. Ada masalah keamanan, konflik lahan, atau butuh penyuluhan? Langsung hubungi Babinkamtibmas desamu. Nomornya pasti ada di balai desa. Lahan aman, hati tenang, panen berkah ya pak/bu tani.

Selain pesan keamanan tersebut, beberapa poin penting lainnya yang konsisten diedukasikan oleh Aiptu Sunarko kepada warga meliputi:

Manajemen Pola Tanam: Mengatur rotasi tanaman agar tanah tetap subur dan memutus siklus hama.

Efisiensi Pupuk: Berbagi formula pemupukan yang seimbang berdasarkan pengalamannya bertani di Nganjuk agar hasil panen melimpah namun biaya operasional tetap hemat.

Pemanfaatan Lahan Pekarangan: Mengajak warga mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam sayur dan kebutuhan pokok harian.

Keikhlasan personil Polres Kediri Kota dalam berbagi ilmu tanpa pamrih ini mendapat acungan jempol dari warga Desa Tarokan. Para petani mengaku lebih mudah menyerap edukasi karena yang menyampaikan bukan sekadar teori, melainkan sosok praktisi yang sudah membuktikannya sendiri di lapangan melalui kesuksesannya memanen jagung, melon, semangka, hingga brambang.

Melalui sinergi kuat antara Polres Kediri Kota dan masyarakat tani ini, Desa Tarokan diharapkan mampu menjelma menjadi salah satu desa mandiri pangan yang menyokong stabilitas pangan nasional, selaras dengan visi besar menuju Indonesia Emas. (Arya78)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *