BATAVIAINEWS.COM JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto, mengajak mahasiswa Universitas Trisakti untuk menjadi agen perubahan dalam melawan ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ajakan itu disampaikan saat menjadi pembicara kuliah umum pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026, Rabu (26/8).
Dalam pemaparannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa ancaman narkotika terus berkembang dan kini semakin menyasar generasi muda dengan modus baru.


Berdasarkan Survei Nasional BNN bersama BPS dan BRIN periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun tercatat sebagai kelompok dengan prevalensi tertinggi, yaitu 2,53 persen.
Salah satu modus baru yang disoroti adalah penyalahgunaan vape. Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape. Hasilnya, 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika dan New Psychoactive Substances (NPS). Sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen di antaranya terdeteksi mengandung etomidate.
Untuk itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya membangun kampus sebagai ekosistem yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas. Kampus bebas narkoba tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi harus ditumbuhkan melalui budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian terhadap teman, serta tersedianya edukasi dan layanan bantuan.
Ia juga mengaitkan nilai Tri Krama Trisakti — takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif — sebagai landasan bagi mahasiswa untuk membangun integritas dan menolak narkotika. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan tema PKKMB 2026: “Inovasi Tiada Henti, Eksplorasi Tanpa Batas, Berakar pada Tri Krama Trisakti.”
Pada kesempatan itu, Kepala BNN RI memperkenalkan program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Program ini memiliki lima pilar: pencegahan, pemulihan/rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Kepada mahasiswa baru, ia menitipkan tiga pesan: jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus. Mahasiswa juga didorong menjadi agent of change, social control, dan future leader dengan membangun budaya kampus sehat serta melawan narasi digital yang menormalisasi penyalahgunaan zat.
Menutup sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan dengan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ancaman narkotika. (Arya78)
warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN














