Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa tengahNewsPOLRITNI

Kandang Kambing Ludes Terbakar di Jatisrono, Babinsa dan Polisi Bergerak Cepat Bantu Penanganan

3
×

Kandang Kambing Ludes Terbakar di Jatisrono, Babinsa dan Polisi Bergerak Cepat Bantu Penanganan

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Wonogiri – Suasana tenang di Dusun Pandeyan RT 01 RW 04, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatisrono, mendadak berubah mencekam pada Kamis malam (23/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebuah kandang kambing milik warga dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah. Begitu menerima laporan dari masyarakat, Babinsa Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri bersama personel Polsek Jatisrono langsung menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area kebakaran.

Babinsa Koramil 14/Jatisrono, Peltu Ariyanto dan Sertu Mianto, bersama Aiptu Handoko, Briptu Mustofa, Kepala Desa Pandeyan Sakino, serta warga sekitar bahu-membahu menangani kebakaran. Berkat kerja sama yang sigap, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman sekaligus membantu proses pendataan kerugian.

Menurut keterangan saksi, Bapak Marman dan Bapak Sukar selaku pemilik kandang, awal mula kejadian diketahui saat mereka mendengar suara kambing yang gaduh dari dalam kandang. Ketika dicek melalui jendela rumah, api sudah membesar dan membakar kandang beserta isinya. Saksi kemudian segera menghubungi anggota Koramil 14/Jatisrono untuk meminta bantuan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Akibat kebakaran tersebut, tiga ekor kambing tidak dapat diselamatkan dan ikut terbakar bersama kandang. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian akibat sisa pembakaran sampah dan kotoran kambing yang masih menyisakan bara api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di sekitar kandang ternak maupun bangunan yang mudah terbakar. Sinergi cepat antara Babinsa, Polri, pemerintah desa, dan warga dalam menangani musibah tersebut menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak yang lebih besar.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *