BATAVIAINEWS.COM JEPARA , 21 April 2026 – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali hidup dan menggema dari tanah kelahirannya. Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara menggelar kegiatan nasional bertajuk “Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi” di Museum R.A. Kartini.


Kegiatan ini tidak hanya dihadiri tokoh lokal, tetapi juga menghadirkan tokoh nasional, termasuk Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto yang juga asli Jepara tepatnya dari Dermolo kembang,
serta perwakilan Kementerian Kebudayaan yang membawa perspektif diplomasi budaya berbasis pemikiran Kartini.
Kartini sebagai Pemikir, Penulis, dan Diplomat
Dalam kesempatan tersebut, Annisa Rengganis menegaskan bahwa pemikiran Kartini masih sangat relevan di era modern.
“Surat-surat Kartini bukan sekadar tulisan, tetapi bentuk diplomasi budaya. Dari sana lahir gagasan kritis yang bisa menginspirasi perempuan muda hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga pemikir dan komunikator global yang mampu menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Antusiasme Tinggi, Perempuan Jadi Motor Perubahan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi besar ini.
Menurutnya, kegiatan Hari Kartini 2026 di Jepara menghadirkan:
narasumber nasional dan daerah,
partisipasi 147 perempuan berkebaya Kartini,
serta dukungan dari komunitas pembatik dan pengukir Jepara.
“Antusiasme peserta luar biasa. Ini bukan sekadar acara, tapi gerakan inspirasi bagi perempuan Jepara dan Indonesia,” ungkapnya.
Museum Kartini Didorong Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Ketua Asosiasi Museum Indonesia Jawa Tengah, Sancaka Dwi Supani, menekankan pentingnya menghidupkan kembali kesadaran sejarah.
“Sejarah jangan hilang dari pendidikan. Museum Kartini harus jadi pusat edukasi agar generasi muda mengenal jati dirinya,” tegasnya.
Rangkaian Kegiatan: Dari Pemikiran hingga Karya Nyata
Selain gelar wicara, kegiatan ini juga diramaikan dengan:
Pameran surat Kartini pilihan (50 surat bersejarah)
Lomba menulis surat untuk Kartini oleh Perkumpulan Filatelis Indonesia
Workshop membatik dan ukir Jepara dengan 147 peserta
Kegiatan ini menghubungkan warisan pemikiran Kartini dengan ekonomi kreatif dan budaya lokal masa kini.
Jepara Jadi Pusat Inspirasi Nasional
Kehadiran tokoh nasional dan kolaborasi lintas sektor menunjukkan bahwa Jepara bukan hanya kota sejarah, tetapi juga pusat inspirasi perempuan Indonesia.
Momentum ini diharapkan mampu:
memperkuat peran perempuan dalam pembangunan,
menanamkan nilai kesetaraan dan pendidikan,
serta mengangkat potensi budaya lokal ke tingkat nasional.
Jepara Menggema ke Nusantara! Tokoh Nasional Bersatu, Kartini Jadi Api Perubahan Perempuan Indonesia
Petrus














