Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
DKI JakartaNewsPemerintah

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Tinggalkan Budaya Lama yang Tak Patut

3
×

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Tinggalkan Budaya Lama yang Tak Patut

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM JAKARTA – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi untuk segera menjalankan langkah konkret atau action plan guna meningkatkan integritas pelayanan publik.

Imbauan itu disampaikan Hendarsam saat memberikan pengarahan kepada petugas Imigrasi di seluruh Indonesia dan Atase Imigrasi di Perwakilan RI secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (9/6/2026).

“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum. Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujarnya.

Hendarsam mengakui krisis yang tengah dihadapi Imigrasi merupakan salah satu pukulan terbesar bagi organisasi. Namun ia meminta momentum ini dijadikan ruang refleksi total untuk menghapus praktik dan budaya kerja lama yang tidak sesuai.

“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini juga berubah. Tidak ada hak istimewa bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran,” tegas Hendarsam.

Ia menekankan, sebagai pelayan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Imigrasi sangat rentan terhadap keluhan dan kritik. Karena itu, aparatur harus memperkuat mental untuk merespons setiap keluhan secara cepat dan transparan.

Menurutnya, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul, tetapi kapasitas itu harus dibarengi dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat kembali berdiri tegak.

Hendarsam juga menggarisbawahi bahwa orientasi utama Imigrasi adalah memangkas jarak dengan masyarakat. Segala bentuk kecemburuan sosial atau persepsi negatif publik harus dijawab dengan perubahan sikap dan komitmen pelayanan yang nyata.

“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Hendarsam. (Arya78)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *