Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahKALTENGNewsPemerintahPOLRITNI

Dengan Sigap Kapolres Kotim Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Desa Eka Bahurui

1
×

Dengan Sigap Kapolres Kotim Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Desa Eka Bahurui

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Sampit – Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat siang (31/07/2026).

Didampingi Kabag Ops Polres Kotim Kompol Yuan Irsyady, S.I.K. Kapolres memimpin langsung proses pemadaman bersama personel gabungan. Hadir juga dalam kegiatan tersebut anggota BPBD Kotim, Kepala Desa Eka Bahurui beserta aparat desa, dan unsur terkait lainnya.

Lahan yang terbakar diketahui berupa lahan kosong gambut yang ditumbuhi semak belukar. Kondisi lahan gambut yang kering akibat cuaca ekstrem membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan.

Begitu tiba di lokasi, Kapolres Kotim langsung menggerakkan personel gabungan untuk melakukan pemadaman secara cepat dan terkoordinasi. Tim menggunakan peralatan standar operasional pemadaman karhutla serta peralatan konvensional untuk memadamkan titik api.

Berkat kerja keras bersama, api berhasil dipadamkan. Namun karena karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan bara, tim masih terus melakukan pendinginan. Asap masih terlihat keluar dari dalam tanah sehingga butuh penanganan ekstra agar api tidak muncul kembali.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa,
“Kami akan terus bersinergi dengan BPBD, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi karhutla. Di himbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya besar, merugikan kita semua,” tegasnya.

Dengan padamnya api di Desa Eka Bahurui, Polres Kotim bersama stakeholder terkait akan terus melakukan patroli dan pendinginan di titik rawan guna memastikan tidak ada bara yang menyala kembali. (Fri/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *