BATAVIAINEWS.COM Sragen – Cuaca panas dan kondisi lahan yang cenderung kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengantisipasi hal tersebut, Babinsa Koramil 11/Jenar, Serka Bambang Margini, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
Imbauan tersebut disampaikan Serka Bambang Margini saat melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama tokoh masyarakat dan warga di Dukuh Ngablak RT 07, Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengingatkan bahwa kebiasaan membakar sampah maupun sisa tanaman di lahan terbuka dapat memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan vegetasi mengering. Api yang semula kecil bisa dengan cepat merambat ke area lain apabila tidak segera dikendalikan.
Serka Bambang juga mengajak tokoh masyarakat berperan aktif menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus menghindari kerugian akibat kebakaran.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla. Kami mengimbau warga agar tidak membakar lahan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” pesannya.
Sementara itu, Kirman, salah seorang warga Dukuh Ngablak, menyambut baik imbauan yang disampaikan Babinsa. Menurutnya, kewaspadaan bersama sangat diperlukan karena api dapat merambat dengan cepat ketika kondisi lingkungan kering.
“Imbauan ini sangat penting bagi kami. Saat cuaca panas, warga harus lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membakar sampah atau rumput kering. Jangan sampai kelalaian kecil justru menyebabkan kebakaran yang merugikan banyak orang,” ujar Kirman.
Ia berharap warga semakin peduli terhadap kondisi lingkungan dan saling mengingatkan apabila ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Upaya pencegahan karhutla diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat, sehingga lingkungan Desa Jenar tetap aman meskipun cuaca panas masih berlangsung.
(Agus Kemplu)














