Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa BaratKejaksaanKewirausahaanNewsPemerintah

Budidaya Ikan Rutan Kelas I Bandung Hasilkan Komoditas Pangan, Jadi Sarana Pembelajaran Warga Binaan

4
×

Budidaya Ikan Rutan Kelas I Bandung Hasilkan Komoditas Pangan, Jadi Sarana Pembelajaran Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM BANDUNG–Kunjungan Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Dra.Kasihhati didampingi Pengawas Dewan Pers Independen (DPI) Lilik Adi Gunawan,S.H., ke Rutan Kelas I Bandung .

Karutan Kelas I Bandung Mashuri Alwi menerima langsung kunjungan Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI pada Jumat,(30/10/2026) di ruang kerja Karutan Kelas I

“Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas I Bandung menjadi sarana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam menjalani pelatihan agar mereka memiliki ketrampilan produktif sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas.”ujar Kasihhati.

“Forum Pers Independent Indonesia (FPII) bersinergi dengan Rutan Kelas I Bandung untuk mengabarkan berita positif terkait kegiatan kerja Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sehingga penjara tak sekedar mendapatkan stigma negatif.” jelas Kasihhati saat diwawancara awak media.

Alwi memaparkan program pembinaan kegiatan kerja menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan pembangunan kemandirian bagi warga binaan.

“1.000 ekor benih ikan nila dan jenis nirwana serta mutiara dan 300 ekor benih lele dikembangkan melalui kegiatan budidaya di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas I Bandung.” ungkap Alwi.

“Rutan Kelas I Bandung mendapatkan bantuan dari KPP Kota Bandung mendukung program ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan.” jelas Alwi.

Budidaya ikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam mengenal proses pemeliharaan ikan, pengelolaan kolam, pemberian pakan, hingga perawatan dan pengawasan pertumbuhan ikan.

“Keterlibatan warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan praktis di bidang perikanan.”imbuh Alwi.

Kegiatan pelatihan dan giatja WBP di Rutan Kelas I Bandung tidak menghentikan aktivitas selama WBP menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Hasil budidaya ikan nantinya diharapkan memberikan nilai tambah bagi lingkungan Rutan, baik dalam mendukung menyediakan kebutuhan pangan maupun mengembangkan kegiatan produktif yang berkelanjutan.

“Sinergi FPII dengan Rutan Kelas I Bandung juga menjadi bagian penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sehingga penjara tak sekedar mendapat stigma negatif.” ujar Lilik Adi Gunawan ,S.H.

“Kami mengapresiasi kunjungan Ketua Presidium FPII serta Pengawas DPI,semoga sinergitas ini dapat terjalin dengan baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang aktual,faktual dari sumber yang terpercaya sehingga penjara tak hanya terstigma negatif.”pungkas Alwi.( Suf )

Sumber : Presidium FPII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *