Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa BaratNewsPemerintahPendidikan

BNN FASILITASI SEKOLAH RAKYAT RINTISAN DI LIDO: WUJUD NYATA KOLABORASI LINTAS KEMENTERIAN

4
×

BNN FASILITASI SEKOLAH RAKYAT RINTISAN DI LIDO: WUJUD NYATA KOLABORASI LINTAS KEMENTERIAN

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Bogor, 11 Agustus 2026 – Semangat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga tidak hanya berhenti di penandatanganan nota kesepahaman. Bukti nyatanya, BNN RI memfasilitasi Unit Deteksi K9 BNN Lido, Bogor, Jawa Barat untuk dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan.

Hal ini disampaikan usai Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat Rintisan, Selasa (11/8), setelah penandatanganan MoU Sinergi Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi di PPSDM BNN.

Dalam peninjauan, ketiganya mengecek kesiapan ruang belajar, fasilitas pendukung, serta berinteraksi dengan calon peserta didik Sekolah Rakyat Rintisan.

Pemanfaatan aset BNN ini merupakan bentuk dukungan nyata BNN terhadap program Kementerian Sosial dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi langkah BNN.
“Ini wujud nyata kolaborasi antarlembaga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Data Peserta Sekolah Rakyat Rintisan Lido:

  • Total Siswa: 50 orang dari keluarga desil 1 dan 2 Kabupaten Bogor
  • Jenjang: 25 siswa SMP & 25 siswa SMA
  • Komposisi: 26 siswa laki-laki & 24 siswa perempuan
  • Tenaga Pengajar: 18 guru tamu
  • Tenaga Pendamping: 15 orang, terdiri dari 10 wali asuh & 5 wali asrama

Para siswa telah ditetapkan melalui SK Bupati Bogor. Mereka akan mengikuti MPLS selama 5 hari mulai 15 Agustus 2026, dilanjutkan program matrikulasi 14 hari sebelum pembelajaran penuh dimulai.

Kolaborasi BNN dan Kemensos ini diharapkan menjadi model sinergi lintas kementerian dalam menghadirkan pendidikan yang layak. Tujuannya: mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan bermartabat untuk Indonesia Emas 2045.(Arya78)

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

warondrugsforhumanity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *