BATAVIAINEWS.COM Sragen — Peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengawal ketahanan pangan kembali dibuktikan di lapangan. Kali ini, Babinsa Koramil 18/Kalijambe Serka Heriyanto bersama dua orang anggota mendampingi langsung para petani melakukan proses pengeringan atau penjemuran padi di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Jumat (30/10/2026).
Pendampingan ini bukan hanya rutinitas teritorial, melainkan langkah strategis untuk menekan angka susut hasil panen sekaligus menjaga mutu gabah tetap prima sebelum digiling menjadi beras berkualitas.
Di bawah terik matahari, para Babinsa tampak berbaur bersama petani, membantu meratakan hamparan gabah yang dijemur. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah-tengah petani ini bertujuan untuk meringankan beban kerja petani sekaligus memastikan gabah kering giling (GKG) memenuhi standar mutu yang baik.
Serka Heriyanto menyampaikan, penjemuran padi secara tradisional di bawah sinar matahari langsung masih menjadi kunci utama untuk menurunkan kadar air gabah secara optimal. Dengan penanganan pascapanen yang tepat, kualitas gabah dapat terjaga dan tidak mudah rusak atau berjamur.
“Pendampingan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami ingin membantu para petani menekan susut hasil panen, meringankan beban kerja mereka, sekaligus menjaga kualitas gabah agar nilai jualnya tetap tinggi di pasaran,” ungkap Serka Heriyanto di sela-sela kegiatan.
Melalui sinergi dan kebersamaan di lapangan ini, kemitraan antara TNI dan rakyat kian terbangun erat. Para petani Desa Jetiskarangpung menyambut antusias pendampingan tersebut karena merasa terbantu, baik dari segi tenaga maupun motivasi dalam mengelola hasil bumi mereka.
Diharapkan, langkah pendampingan berkelanjutan ini mampu mendongkrak kesejahteraan petani lokal serta memperkuat ketersediaan cadangan pangan di wilayah Kabupaten Sragen.
(Agus Kemplu)














