BATAVIAINEWS.COM JAKARTA, 11 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan “Operasi Bersih Total” untuk membongkar praktik korupsi berjamaah di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil setelah hasil audit menemukan pembengkakan struktur hingga 1.077 perusahaan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan uang negara.
Bongkar Modus “Korupsi Berjamaah” Lewat Anak-Cucu Perusahaan Fiktif
Hasil pemeriksaan menunjukkan banyak BUMN membentuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Modus ini diduga dipakai untuk membagi jabatan, menyembunyikan dana, dan menghindari pengawasan.
Untuk menghentikan praktik itu, pemerintah menetapkan 3 tahap pembersihan:
- Ditutup Hari Ini: 240 BUMN bermasalah yang menjadi beban negara resmi dibubarkan
- Dilikuidasi Juli 2026: 250 BUMN tidak produktif dalam proses likuidasi dan ditargetkan selesai bulan ini
- Ditutup Akhir 2026: Total 800 BUMN yang merugi akan ditutup selamanya.
Pemerintah hanya akan mempertahankan 250 BUMN yang sehat, transparan, dan fokus melayani rakyat.
Rp70 Triliun Dialihkan untuk Rakyat
Dari efisiensi direksi dan komisaris non-esensial, negara berhasil menghemat dana hingga Rp70 triliun. Dana tersebut akan dialihkan untuk program prioritas rakyat:
- Ketahanan Pangan: Menjaga harga sembako murah dan stabil
- Air Bersih & Energi: Pembangunan fasilitas langsung ke desa-desa
- Infrastruktur Rakyat: Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum
Aset Negara Dikunci, Koruptor Dimiskinkan
Presiden menegaskan aset strategis negara seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia tidak akan dijual dan dikunci di bawah pengelolaan Danantara agar tidak jatuh ke pihak asing.
Bagi pelaku korupsi, pemerintah bersama DPR, Kejaksaan, dan lembaga hukum berkomitmen menerapkan sanksi tegas termasuk penyitaan aset.
“Negara hadir untuk rakyat, bukan untuk membiayai keserakahan oknum,” tegas Presiden Prabowo. (Arya78)














