Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
DKI JakartaInfo DaerahKewirausahaanNewsPemerintahRiau

Ke Jakarta, Bupati Asmar Bawa Sagu Meranti Tembus Pasar Jepang

26
×

Ke Jakarta, Bupati Asmar Bawa Sagu Meranti Tembus Pasar Jepang

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, terus mendorong pengembangan komoditas sagu sebagai salah satu kekuatan ekonomi unggulan daerah.

Melalui keikutsertaannya dalam Sagu Business Forum 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kamis (5/11/2026), Asmar menjajaki peluang investasi sekaligus memperluas akses pemasaran sagu Meranti hingga ke pasar internasional, khususnya Jepang.

Forum yang berlangsung di Aula Gedung Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta, tersebut menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memperkenalkan potensi sagu daerah kepada pemerintah pusat, investor, pelaku industri, serta mitra perdagangan dari luar negeri.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perindustrian RI, Muhammad Sarmuji, beserta jajaran, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yang diwakili Konselor Kedutaan Besar Jepang, Keisuke Hosonuma, serta perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO) dan Jakarta Japan Club (JJC).

Dalam forum tersebut, Menperin Sarmuji menegaskan sagu sebagai komoditas prioritas hilirisasi dalam RPJMN 2025-2029. Pemerintah pusat mendorong hilirisasi, riset dan inovasi, penguatan merek, serta penguasaan pasar produk turunan sagu.

Sagu dapat diolah menjadi pati untuk mi, beras analog, pasta dan biskuit, hingga produk non-pangan seperti biopackaging dan bioetanol. Bahkan pemanfaatannya untuk pengeboran migas dan farmasi kini sedang diuji BRIN.

Peluang Jepang Terbuka Lebar

Bupati Asmar menilai momentum ini harus dimanfaatkan Meranti. Pangsa pasar pati sagu Indonesia di Jepang naik dari 2 persen pada 2021 menjadi 14 persen pada 2025, dengan nilai impor pati sagu Jepang mencapai US$10,5 juta pada 2025 atau naik 35 persen dari 2021.

“Malaysia masih menjadi pemasok utama. Artinya ruang bagi Indonesia, termasuk Meranti, masih sangat terbuka,” ujar Asmar.

Kepulauan Meranti merupakan salah satu sentra sagu terbesar di Riau. Sagu bukan hanya sumber pangan lokal, tetapi juga mata pencaharian ribuan petani dan pelaku UMKM pengolah sagu.

“Kita tidak boleh lagi hanya menjual sagu mentah. Harus ada industri pengolahan di Meranti, agar nilai tambah dinikmati petani dan masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Asmar berharap melalui forum ini, investor dapat masuk membangun industri pengolahan sagu di Meranti. Pemkab Meranti berkomitmen mendukung melalui penyediaan lahan, pendampingan petani, dan kemudahan perizinan, sejalan dengan visi Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera.

Dengan hilirisasi yang terarah, sagu diharapkan menjadi motor baru ekonomi Meranti yang berdaya saing global.(Jefrizal/Meranti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *