Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaInfo DaerahJawa TimurNewsPOLRI

Hadapi Ancaman Banjir hingga Longsor, Polres Kediri Siagakan 500 Personel

3
×

Hadapi Ancaman Banjir hingga Longsor, Polres Kediri Siagakan 500 Personel

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM KEDIRI– Sebanyak 500 personel Polres Kediri Polda Jatim disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kediri. Kesiapan ini diperkuat bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan unsur masyarakat menyusul ancaman banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga pohon tumbang pada awal musim penghujan.

Kesiapan lintas instansi tersebut ditandai dengan Apel Gelar Kesiapan Tanggap Darurat Bencana 2026 di Lapangan Sempu Exotic Park, Kecamatan Ngancar, Rabu (4/11/2026). Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P. dan Wakil Bupati Kediri Hj. Dewi Mariya Ulfa, S.T.

Dalam apel tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K. yang menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi antarlembaga agar setiap laporan bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Di tingkat kabupaten, sebanyak 500 personel Polres Kediri disiagakan bersama personel Kodim 0809/Kediri, BPBD, serta relawan dan unsur masyarakat terlatih. Posko dari masing-masing instansi juga disiapkan untuk menerima laporan masyarakat selama 24 jam.

Kapolres mengatakan, kesiapan tersebut mencakup seluruh tahapan penanganan, mulai dari evakuasi dan pertolongan korban hingga pemulihan pascabencana.

“Seluruh unsur sudah menyiapkan personel dan sarana pendukung. Kami juga menyiapkan posko yang siaga 24 jam agar setiap laporan masyarakat dapat segera direspons,” ujar AKBP Latif.

Berdasarkan pemetaan, potensi tanah longsor diwaspadai di Kecamatan Ngancar, Plosoklaten, Kepung, dan Kandangan. Ancaman banjir menjadi perhatian di Plosoklaten, Pare, Badas, dan Kunjang. Sementara angin puting beliung dan pohon tumbang diantisipasi di Kunjang, Purwoasri, Plemahan, serta Papar. Posko juga telah disiapkan di wilayah-wilayah rawan tersebut.

Selain kesiapan petugas, AKBP Latif menekankan pentingnya deteksi dini melalui pengecekan jalur evakuasi, titik kumpul, dan lokasi pengungsian. Pendataan kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, hingga hewan ternak, juga perlu dipastikan agar proses penyelamatan lebih terarah.

“Deteksi dini harus menjadi perhatian seluruh unsur. Kita perlu mengetahui kondisi wilayah dan siapa saja yang membutuhkan prioritas pertolongan, sehingga apabila terjadi bencana, proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” katanya.

Wakil Bupati Kediri turut mengingatkan potensi angin puting beliung yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan bangunan. Kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan kesiapan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko saat cuaca ekstrem.

Kesiapan tersebut kemudian diuji melalui simulasi penanganan korban banjir dan tanah longsor oleh BPBD bersama unsur terkait. Petugas memperagakan tahapan pertolongan dan evakuasi untuk memastikan koordinasi di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.

Penanganan bencana tidak berhenti pada penyelamatan korban. Kecepatan respons, perlindungan kelompok rentan, serta dukungan kemanusiaan setelah bencana turut menentukan proses pemulihan masyarakat terdampak. (Arya78)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *