Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaJawa tengahNewsViral

RRI.co.id. Klarifikasi Ayam MBG, Fakta Tetap Bicara

41
×

RRI.co.id. Klarifikasi Ayam MBG, Fakta Tetap Bicara

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM JEPARA – 19 Desember 2025
Klarifikasi yang dimuat RRI.co.id pada 17 Desember 2025 pukul 17.22 WIB berjudul “SPPG Guyangan Berikan Klarifikasi Soal Menu MBG Perdana” justru memantik polemik baru. Alih-alih meluruskan persoalan, isi klarifikasi tersebut dinilai bertentangan dengan fakta lapangan, keterangan pihak sekolah, serta pernyataan resmi puskesmas, sehingga memunculkan kebingungan publik dan sorotan tajam terhadap akurasi informasi yang disampaikan.

Klarifikasi tersebut dimaksudkan untuk merespons pemberitaan sejumlah media, termasuk bataviainews , terkait pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Guyangan 1 Bangsri, yang sebelumnya menemukan kejanggalan serius berupa ayam belum matang dan nasi nyaris basi akibat tercampur kuah.

Bantahan Ayam Bermasalah Terbantahkan Keterangan Sekolah

Dalam berita RRI.co.id, Kepala SPPG Yayasan Al Mawaddah Guyangan 1, M. Nor Arif Afendi, menyatakan bahwa “pihak sekolah tidak membenarkan adanya ayam berdarah.”

Namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan langsung pihak sekolah. Wartawan Bataviainews pada 28 Desember 2025 kembali mendatangi SMPN 2 Bangsri dan menemui guru yang menjadi narasumber pada pemberitaan awal 15 Desember 2025.

Guru tersebut menegaskan ulang bahwa:

Ayam yang disajikan belum matang sempurna,

Beberapa potongan masih tampak kemerahan,

Nasi sebagian mendekati basi karena tercampur kuah.

Temuan ini bahkan terkonfirmasi langsung di lapangan saat distribusi MBG berlangsung, disaksikan oleh petugas MBG bernama Yosi. Fakta tersebut menegaskan bahwa keluhan bukan sekadar persepsi siswa, melainkan kejadian nyata.

Dengan demikian, klaim bahwa pihak sekolah “tidak membenarkan” adanya masalah ayam secara faktual terpatahkan oleh keterangan sekolah sendiri.

Klaim Monitoring Puskesmas Dinilai Tidak Logis

Kejanggalan berikutnya muncul dari pernyataan dalam berita RRI.co.id yang menyebut:

“Setiap sepekan 2 kali juga monitoring oleh puskesmas ke SPPG.”

Pernyataan ini kembali dibantah secara resmi oleh Kepala Puskesmas Bangsri II, Cosmas Gedsa, melalui keterangan tertulis yang diterima pertapakendeng.com.

Dalam keterangannya dijelaskan:

Monitoring dan evaluasi (monev) baru dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025,

Kunjungan dilakukan setelah ada pemberitahuan bahwa SPPG Guyangan 1 telah operasional,

Pada Senin, 15 Desember 2025—hari pertama distribusi MBG—puskesmas belum menerima pemberitahuan dan belum melakukan pengecekan.

Fakta waktu ini membuat klaim “monitoring dua kali sepekan” pada fase awal operasional dinilai tidak masuk akal dan tidak sesuai realitas.

Klarifikasi Tanpa Uji Silang, Publik Dirugikan

Yang menjadi perhatian serius, klaim-klaim dalam klarifikasi tersebut tidak didahului verifikasi silang dengan pihak sekolah maupun puskesmas. Akibatnya, publik disuguhi klarifikasi sepihak yang rawan menyesatkan, terutama karena menyangkut keamanan pangan dan keselamatan anak sekolah.

Kasus ini bukan sekadar perbedaan persepsi atau kesalahpahaman teknis, melainkan menyangkut akuntabilitas penyelenggara, integritas informasi, dan kepercayaan publik terhadap Program MBG.

Media Dituntut Tegak pada Fakta

Media memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menguji setiap klaim, bukan sekadar memuat pernyataan. Klarifikasi yang tidak berbasis data lapangan justru berpotensi menutup masalah dan melemahkan fungsi kontrol publik.

Bataviainews. menegaskan tetap membuka ruang hak jawab bagi semua pihak, namun akan berdiri tegak di atas fakta, kesaksian narasumber, dan dokumen resmi.

Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dilindungi oleh klarifikasi yang rapuh. Karena yang dipertaruhkan bukan citra lembaga, melainkan keselamatan, kesehatan, dan hak gizi anak-anak penerima manfaat.

Jika perbedaan antara klaim dan fakta terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi SPPG, tetapi integritas Program MBG itu sendiri.(Petrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *