BATAVIAINEWS.COM Sawahlunto, Sumatera Barat – Masyarakat Desa Muara Kalaban semakin resah dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak dilakukan, bahkan berani dilakukan di depan mata, tepatnya di sekitar kantor Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar yang merasa terancam banjir akibat kerusakan aliran sungai yang disebabkan oleh aktivitas ilegal tersebut.
Pantauan tim Investigasi Batavia inews.com di lapangan menunjukkan, aktivitas PETI ini dilakukan secara terang-terangan di aliran sungai di Desa Muara Kalaban yang berjarak hanya beberapa meter dari kantor Kejaksaan Negeri dan pemukiman warga. Para penambang menggunakan alat berat seperti ekskavator dan mesin pengolah tanah untuk menggali dan mengolah material yang mengandung emas. Akibatnya, aliran sungai menjadi dangkal, menyempit, dan tidak teratur, sehingga meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.
“Kami sangat khawatir dengan kondisi sungai sekarang. Dulu, sungai ini tidak pernah meluap meskipun hujan deras. Sekarang, setiap hujan sebentar saja, air sudah naik dan mengancam rumah-rumah kami,” ujar seorang ibu rumah tangga yang berinisial R.M tinggal di dekat lokasi PETI di Desa Muara Kalaban.
Warga lainnya juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak lingkungan yang semakin parah akibat aktivitas PETI ini. “Selain banjir, air sungai juga menjadi keruh dan tercemar. Kami tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas PETI ini. Mereka khawatir jika dibiarkan terus berlanjut, kerusakan lingkungan akan semakin parah dan mengancam keselamatan mereka.
Diharapkan, dengan adanya perhatian dari pihak berwenang, aktivitas PETI di Desa Muara Kalaban di sekitar kantor Kejaksaan Negeri Sawahlunto dapat segera dihentikan. Keresahan masyarakat akibat aktivitas ilegal ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama ancaman banjir yang semakin nyata.(Tim/Red)















