Mesuji –BATAVIAINEWS.COM-rabu 22 12 ‘2025 Seorang petani kecil dari kalangan ekonomi lemah di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, melaporkan dugaan pengrusakan tanaman singkong miliknya yang diduga dilakukan oleh pihak PT SIP. Peristiwa ini menuai keprihatinan luas karena tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kondisi sosial dan kesehatan keluarga korban, khususnya anak-anak yang kini berada dalam ancaman kekurangan gizi.
Tanaman singkong tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan bagi keluarga petani tersebut. Hasil panen diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, termasuk biaya makan, pendidikan, dan kesehatan anak. Namun harapan itu diduga hancur akibat pengrusakan tanaman yang terjadi di lahan garapan korban.

Untuk membiayai proses penanaman singkong, mulai dari pengolahan lahan hingga pembelian pupuk, korban harus melakukan pengorbanan besar. Warga menyebutkan, petani tersebut terpaksa mengalihkan dana kebutuhan dasar rumah tangga, bahkan mengorbankan uang untuk membeli susu dan asupan gizi anaknya.
Menurut keterangan warga Desa Talang Batu, kondisi keluarga korban memang sejak awal tergolong rentan secara ekonomi. Namun demi mempertahankan hidup, petani tersebut tetap berjuang mengolah lahannya sendiri. Sayangnya, perjuangan tersebut diduga berujung pada musibah ketika tanaman singkong yang menjadi harapan masa depan keluarga justru dirusak.
“Kami tahu betul kondisi keluarganya. Demi pupuk dan biaya tanam, kebutuhan anak ikut terabaikan. Anaknya sampai kekurangan gizi. Kalau benar tanamannya dirusak, ini sungguh tidak manusiawi,” ujar salah satu warga dengan nada prihatin.
Warga menilai, dugaan pengrusakan tanaman singkong ini bukan sekadar persoalan kerugian materi semata, tetapi telah menyentuh aspek kemanusiaan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap rakyat kecil. Petani kecil yang seharusnya mendapat perlindungan justru diduga menjadi pihak yang paling dirugikan di tanah yang menjadi sumber kehidupannya sendiri.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban bersama masyarakat Desa Talang Batu telah menyampaikan laporan pengaduan (LP) kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kabupaten Mesuji. Mereka mendesak agar kasus ini segera ditangani secara serius melalui penyelidikan yang objektif, transparan, dan berkeadilan.
“Jika benar terjadi pengrusakan, ini bukan perkara sepele. Ini menyangkut kelangsungan hidup sebuah keluarga miskin. Petani kecil sedang berjuang bertahan hidup, sementara hasil jerih payahnya diduga dirusak. Negara harus hadir dan tidak boleh diam,” tegas warga lainnya.
Masyarakat juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah pedesaan. Mereka berharap PT SIP dapat bersikap terbuka, kooperatif, dan bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi, serta menghormati hak-hak petani kecil yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SIP belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengrusakan tanaman singkong tersebut. Ketidakhadiran klarifikasi dari pihak perusahaan semakin menambah tanda tanya di tengah masyarakat.
Lebih jauh, warga berharap perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dikenal sebagai pembela rakyat kecil dan pelopor peningkatan kesejahteraan rakyat. Kasus yang menimpa petani miskin di Desa Talang Batu ini dinilai mencerminkan masih adanya ketimpangan perlindungan terhadap petani kecil di lapangan, sehingga membutuhkan kehadiran dan keberpihakan nyata dari pemerintah pusat.
“Kami percaya Presiden Prabowo berpihak pada rakyat kecil. Jangan sampai petani miskin terus menjadi korban di tanahnya sendiri. Kami berharap Presiden dapat memberi perhatian agar aparat dan instansi terkait benar-benar bekerja melindungi rakyat,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat Desa Talang Batu berharap, kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemerintah pusat untuk memperkuat perlindungan hukum terhadap petani kecil, sekaligus memastikan tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil demi kepentingan tertentu.
Kasus ini diharapkan tidak berhenti sebagai laporan semata, melainkan ditindaklanjuti secara serius hingga memberikan keadilan, kepastian hukum, serta jaminan keberlangsungan hidup yang layak bagi petani kecil dan keluarganya di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.
(Redaksi)














