Scroll untuk baca artikel
Example 340x300
Example 728x250
BeritaInfo DaerahNewsPemerintah

Padang Ratu Fokuskan Dana Desa2025 Untuk Budidaya kambing.

33
×

Padang Ratu Fokuskan Dana Desa2025 Untuk Budidaya kambing.

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, BATAVIAINEWS.COM – Pemerintah Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, terus berupaya mewujudkan program ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) tahun 2025.

Kepala Desa Padang Ratu, Sukri, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan desa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengembangkan unit usaha budidaya kambing melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera.

Budidaya kambing ini menjadi pilihan setelah mempertimbangkan beberapa hal, seperti pemeliharaannya yang mudah,biaya perawatan yang terjangkau, serta peluang pasar yang cukup luas,” jelas kata kades Sukri,
Minggu (19/10/2025).

Menurut Sukri, unit usaha ini akan dijalankan oleh BUMDes Sejahtera dengan alokasi 20 persen Dana Desa tahun 2025, khusus untuk program ketahanan pangan. Pemerintah desa akan tetap melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaannya.

“Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan BUMDes. Jadi BUMDes Sejahtera yang akan mengelola usaha peternakan kambing secara profesional, mulai dari pengadaan bibit, penyediaan pakan, perawatan, hingga pemasaran hasil ternak,” terangnya.

Lebih lanjut, Sukri menjelaskan bahwa pada tahap awal program ini difokuskan pada budidaya sebanyak 50 ekor kambing. Seluruh kebutuhan, mulai dari pembangunan kandang, pengadaan bibit, hingga penyediaan pakan, dibiayai menggunakan Dana Desa.

“Dengan pengelolaan yang baik, kami berharap BUMDes dapat meningkatkan produksi kambing, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun bibit. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Padang Ratu berharap program budidaya kambing ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga bisa berkembang menjadi unit usaha mandiri yang berkontribusi terhadap perekonomian desa.

“Kami ingin masyarakat lebih mandiri secara ekonomi dan memiliki akses terhadap sumber protein hewani yang lebih terjangkau. Di sisi lain, peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa juga semakin nyata melalui pengelolaan usaha produktif yang berkelanjutan,” pungkas

(Suf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *