Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaNewsSumatera Barat

Ditawari Gelar Datuk, Menko Polkam Djamari Chaniago Ingatkan Jangan Sembarangan dalam Pemberian Gelar Adat

5
×

Ditawari Gelar Datuk, Menko Polkam Djamari Chaniago Ingatkan Jangan Sembarangan dalam Pemberian Gelar Adat

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Jakarta— Djamari Chaniago mengungkapkan pengalamannya saat ditawari gelar datuk oleh salah seorang Ketua Adat dari Sumatera Barat setelah dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Kisah tersebut disampaikannya ketika memberikan kuliah umum di Sespim Lemdiklat Polri pada Senin (9/3/2026).

Dalam pemaparannya, Djamari mengaku sempat terkejut ketika menerima tawaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya para tokoh adat yang menawarkan gelar itu bahkan tidak mengenalnya secara pribadi.

Menurutnya, gelar datuk dalam adat Minangkabau merupakan sebuah kehormatan besar yang memiliki nilai dan tanggung jawab moral tinggi. Karena itu, pemberian gelar tersebut tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan tanpa mengetahui latar belakang serta integritas seseorang.
“Gelar datuk itu bukan sekadar simbol atau penghormatan biasa. Di dalam adat Minangkabau, gelar tersebut memiliki makna yang sangat dalam dan harus diberikan kepada orang yang benar-benar layak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Djamari juga menyindir praktik pemberian gelar adat yang dinilai kurang selektif. Ia mengingatkan bahwa pernah terjadi kasus seseorang yang telah diangkat menjadi datuk, namun kemudian terjerat kasus narkoba.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting agar para pemangku adat lebih berhati-hati dan selektif dalam memberikan gelar kehormatan.

“Jangan sampai gelar adat yang seharusnya dijunjung tinggi justru tercoreng karena diberikan kepada orang yang tidak tepat,” katanya.
Djamari menegaskan bahwa menjaga marwah adat merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi para tokoh adat yang memiliki kewenangan dalam penobatan gelar.
Ia berharap ke depan nilai-nilai adat Minangkabau tetap dijaga dan tidak kehilangan makna akibat pemberian gelar yang tidak mempertimbangkan integritas serta rekam jejak seseorang.

(Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *