Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaDKI JakartaInfo DaerahNewsPemerintah

Dirjen Bina Adwil Paparkan Kemajuan Kota Cerdas di Jepang

23
×

Dirjen Bina Adwil Paparkan Kemajuan Kota Cerdas di Jepang

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BATAVIAINEWS.COM – The ASEAN-JAPAN Smart Cities Network High Level Meeting atau Pertemuan Tingkat Tinggi Jejaring Kota Cerdas ASEAN – Jepang sukses diselenggarakan di Kota Takamatsu, Perfektur Kagawa, Jepang, Senin (10/11/2025).

Forum itu berlangsung untuk yang ketujuh kalinya, yang melibatkan delegasi Negara-Negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) diantaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina dan Vietnam bersama Pemerintah Jepang serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Centre for Regional Development (UNCRD).

Delegasi Indonesia sendiri dipimpin oleh Safrizal ZA, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, selaku National Representative Indonesia untuk ASEAN Smart City Network (ASCN).

Selain memimpin delegasi Indonesia, Safrizal juga berperan aktif sebagai pembina komunitas kota cerdas ASEAN melalui shepered ASCN.

Safrizal menegaskan, pengembangan kapasitas kota cerdas tidak bisa dilakukan secara parsial apalagi individual, namun harus melibatkan multi stake holders dan multi pendekatan dalam satu ekosistem.

Demikian pula halnya, pengembangan kota cerdas berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perluasan investasi.  “Pemerintah Indonesia melalui Kemendagri terus berkomitmen penuh untuk mengembangkan skema kota cerdas melalui strategi kolaborasi, semangat ini tidak hanya di kancah lokal atau nasional, namun juga kolaborasi internasional sehingga mampu mengakselerasi maturasi kota cerdas di daerah,” ungkap Safrizal.

Selain memaparkan strategi dan pendekatan dalam mempercepat pengembangan kota cerdas di Indonesia, Safrizal juga menyampaikan perkembangan serta peluang implementasi kota cerdas pada beberapa pemerintah daerah.  “Saat ini kita sudah memiliki 4 pemda yang tergabung dalam keanggotaan ASCN, yakni DKI Jakarta, Kota Makasar, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sumedang, untuk ke depan kita proyeksikan beberapa pemda diantaranya Kota Surabaya sebagai smart industrial dan sea port city, Kota Semarang sebagai smart resilience city, Kota Palembang sebagai smart river city dan Kota Denpasar sebagai smart cultural city. Semua memiliki karakterisktiknya masing-masing,” kata Safrizal.

Kemitraan strategis antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dengan Pemerintah Jepang pada gilirannya tidak semata membangun kerjasama yang mutualistik, namun juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas kawasan dan terbukanya peluang investasi.  “Selain tentunya ada berbagi pengalaman dan informasi, High Level Meeting di Jepang ini menjadi momentum untuk menegaskan peran dan posisi Indonesia di kawasan, secara khusus juga untuk meningkatkan peluang investasi terutama di ranah tata kelola perkotaan. Contoh paling sederhana adalah problem sampah di perkotaan yang membutuhkan dukungan investasi USD18,4 miliar hingga tahun 2040 sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur hijau,” ujar Safrizal.

Kolaborasi Bataviainews.com sumber : infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *