BATAVIAINEWS.COM JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperjuangkan dukungan pusat untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Sepanjang 2026, sebanyak 72 sekolah di Meranti telah mendapatkan program revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp50 miliar.

Namun, jumlah tersebut belum menjangkau seluruh kebutuhan. Masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Upaya keberlanjutan itu disampaikan langsung Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar saat audiensi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Ruang Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau tersebut, Bupati Asmar diterima langsung Dirjen PAUD, Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, http://S.Pd., http://M.Ed., Ph.D., beserta jajaran.
Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen atas perhatian terhadap sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Program ini merupakan mandat Inpres No.7 Tahun 2025 dan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut pada 2027 dan menjangkau lebih banyak sekolah di Meranti,” ujar Asmar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengungkapkan 72 sekolah yang direvitalisasi pada 2026 tersebar di berbagai jenjang. Meski begitu, masih ada sekolah dengan kondisi bangunan rusak sedang hingga berat yang belum tersentuh.
Tak hanya revitalisasi, Pemkab Meranti juga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Rangsang. SNT merupakan program sekolah unggulan non-asrama yang ditargetkan pemerintah pusat sebanyak 100 unit pada 2026.
Bupati Asmar menyampaikan, untuk skema konsolidasi sudah berjalan, namun untuk skema pembangunan baru masih terkendala lahan. Persyaratan nasional mengharuskan penyediaan lahan minimal 20 hektare.
Audiensi ini diharapkan menjadi pintu masuk agar pada 2027, kucuran revitalisasi kembali mengalir ke Meranti dan usulan SNT Rangsang dapat terealisasi, demi mengejar ketertinggalan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan, terluar dan perbatasan.
Apakah bisa berlanjut?
Peluang besar. Secara nasional Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026 dengan anggaran Rp14 triliun, dan sudah lebih dari 55.000 sekolah direvitalisasi dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Meranti menjadi salah satu daerah prioritas 3T yang terus didorong untuk dapat alokasi lanjutan.(Jefrizal/Meranti)














