BATAVIAINEWS.COM JAKARTA — Pergantian pucuk pimpinan Polri diharapkan tidak hanya menjadi regenerasi di level elite, tetapi membawa perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Slamet Ariyadi usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Komjen Suyudi diusulkan menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melalui Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.
Slamet menyambut baik proses tersebut. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan institusi Polri di tengah dinamika dan tantangan di masyarakat.
“Harapannya kepada Kapolri yang baru membawa perubahan yang signifikan di tengah masyarakat. Sebagai polisi melindungi, polisi mengayomi, polisi melayani,” ujar Slamet.
BACA JUGA :
- Bukan Sekedar Baris Berbaris, Babinsa Karangmalang Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan ke 120 Pelajar
- Polres Kediri Kota Ungkap 19 Kasus Narkoba, 21 Tersangka Diamankan dan 642 Gram Sabu Disita
- Kapolres Kediri Kota dan OJK Perkuat Sinergi, Bahas Pinjol hingga Bahaya Judi Online
- PERGANTIAN KAPOLRI HARUS BAWA PERUBAHAN NYATA DI MASYARAKAT, KATA ANGGOTA KOMISI III SLAMET ARIYADI
- Jembatan Pajarakan Direhabilitasi, Polres Probolinggo Siapkan Jalur Alternatif
Jangan Berhenti Jadi Slogan
Politisi Fraksi PAN itu menilai tantangan terbesar Polri ke depan adalah mewujudkan prinsip melindungi, mengayomi, dan melayani dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar slogan.
“Tantangan di tengah masyarakat, polisi harus menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat dan jangan sampai menjadi slogan semata,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Keterbukaan terhadap kritik, kata Slamet, menjadi kunci untuk mengetahui persoalan di lapangan.
“Senada dengan apa yang disampaikan Komjen Suyudi tadi, polisi siap dikritik dan jangan sampai dengan kritikan publik polisi tidak tahu-menahu. Jangan menunggu viral lalu baru polisi bertindak, tidak begitu,” pungkasnya.
Menurut Slamet, ujian sesungguhnya bagi Kapolri baru bukan saat fit and proper test di DPR, melainkan setelah pelantikan — bagaimana kebijakan dan pembenahan Polri diterjemahkan hingga ke pelayanan langsung di masyarakat.
Di akhir, Slamet menyampaikan selamat atas amanah yang diberikan kepada Komjen Suyudi.
“Tentu saya Slamet Ariyadi, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, mengucapkan selamat kepada Komjen Suyudi Ario Seto atas amanahnya sebagai Kapolri,” tutupnya. (Arya78)














