BATAVIAINEWS.COM KEDIRI— Perjalanan dari Mako Polres Kediri menuju kawasan Gunung Kelud, Sabtu (19/9/2026), punya agenda lain selain riding bersama. Di tengah kegiatan Sambung Guyub dengan awak media, Polres Kediri membawa isu kesiapsiagaan bencana ke kawasan yang memiliki potensi karhutla hingga bencana hidrometeorologi tersebut.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. bersama jajaran dan awak media menyambangi kawasan wisata Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Pesan pencegahan juga disampaikan lewat pemasangan banner agar kewaspadaan terhadap potensi bencana ikut menjadi perhatian masyarakat.


Kelud bukan satu-satunya kawasan yang perlu diwaspadai. Kondisi geografis Kabupaten Kediri yang beragam membuat ancaman bencana juga memiliki karakter berbeda, mulai karhutla, tanah longsor hingga banjir lahar dingin.
Kapolres menilai upaya menghadapi risiko tersebut harus dimulai sebelum bencana terjadi. Deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar potensi bencana dapat diantisipasi sejak awal.
“Kita perlu menyatukan visi dan langkah untuk menghadapi berbagai ancaman, terutama bencana alam. Deteksi dini harus diperkuat dan masyarakat juga perlu terus diedukasi,” jelas Beliau.
BACA JUGA :
- Kapolres Pasuruan Kukuhkan Da’i Kamtibmas hingga Tingkat Desa dan Kelurahan
- Hadapi Ancaman Banjir hingga Longsor, Polres Kediri Siagakan 500 Personel
- Perluas Edukasi Penyalahgunaan Narkoba, Polres Kediri Sasar Kalangan Pekerja
- Air Mengalir, Harapan Petani Menguat! Babinsa Slogohimo Dampingi Pembangunan Irigasi Perpipaan
- Polsek Parenggean Polres Kotim Amankan Pria dengan 13 bungkus plastik klip berisi sabu Seberat 22,60 Gram di Desa Karang Tunggal
Salah satu hal yang disoroti adalah kebiasaan membakar. Membuka lahan atau membuang sampah dengan cara dibakar berpotensi memicu kebakaran, terlebih di kawasan yang memiliki kerawanan karhutla.
Kesiapan ketika bencana benar-benar terjadi juga tak kalah penting. TNI-Polri, relawan dan desa tanggap bencana perlu memahami tugas serta prosedur evakuasi masing-masing agar penanganan di lapangan bisa segera bergerak tanpa menunggu situasi memburuk.
”Kalau ada kejadian, respons harus cepat. Sarana, personel dan SOP evakuasi harus dipersiapkan, sehingga ketika dibutuhkan semua sudah tahu apa yang harus dilakukan,” kata AKBP Latif.
Pesan tersebut tidak berhenti di lereng Kelud. Penguatan kesiapsiagaan perlu terus berjalan di berbagai wilayah Kabupaten Kediri, menyesuaikan potensi bencana dan kondisi geografis masing-masing daerah. (Arya78)












