BATAVIAINEWS.COM SRAGEN – Proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tegalombo, Kecamatan Kalijambe, Sragen, berlangsung tegas dan tertib. Babinsa Desa Tegalombo, Serka Heriyanto, turun langsung mengawal jalannya pemungutan hingga penghitungan suara di Aula Balai Desa Tegalombo, Jum’at (18/9/2026).
Bukan sekedar hadir, Serka Heriyanto memastikan situasi di lokasi tetap aman dan kondusif selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Pengamanan dilakukan sejak pemilih melakukan presensi, proses pemungutan suara, penghitungan hingga pengumuman calon terpilih.
- Polres Lamongan Beri Penghargaan Empat Warga yang Gagalkan Curanmor di Puskesmas Deket
- Riding ke Gunung Kelud, Polres Kediri dan Awak Media Suarakan Kesiapsiagaan Bencana
- Kapolri Minta Pesanggrahan Tjimande Dibuka untuk Semua Peguron
- HADIRI UKW PWI KEPRI, KABIDHUMAS POLDA KEPRI DORONG PEMBERITAAN AKURAT DAN KONSTRUKTIF
- Humanis di Tengah Asap Polantas Karib Polres Kotim Bagi-Bagi Nasi Kotak Untuk Pahlawan Karhutla dan Masyarakat
Pemilihan tersebut digelar untuk menentukan anggota BPD keterwakilan Kebayanan I dan Kebayanan II untuk masa jabatan 2026-2034.
Di Kebayanan I, tiga calon bersaing memperebutkan suara pemilih. Hasil penghitungan menunjukkan Arista M keluar sebagai peraih suara tertinggi dengan 31 suara, disusul Suradi 21 suara dan Daryanto 8 suara.
Sementara di Kebayanan II, Suhartono memperoleh 15 suara, sedangkan Franky mendapatkan 9 suara.
Dengan hasil tersebut, Arista M dan Suradi ditetapkan sebagai anggota BPD terpilih dari Kebayanan I. Sedangkan Suhartono dan Franky terpilih mewakili Kebayanan II.
Serka Heriyanto mengatakan pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan aman, tertib dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan panitia.
“Babinsa hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Semua tahapan harus dihormati, termasuk hasil penghitungan suara yang telah dilakukan secara terbuka,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa setelah hasil pemilihan ditetapkan, tidak boleh ada lagi perbedaan yang berujung pada perselisihan di masyarakat.
“Pemilihan sudah selesai. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjalankan amanah dan membawa aspirasi masyarakat. Yang kalah maupun yang menang harus tetap menjaga kerukunan,” ujarnya.
(Agus Kemplu)














