BATAVIAINEWS.COM Jakarta – Komisi III DPR RI mendukung penguatan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama BNN di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).
Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana menyampaikan, penguatan anggaran dibutuhkan agar BNN dapat meningkatkan kapasitas pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, intelijen, serta pemanfaatan teknologi. Perkembangan modus operandi, luasnya jaringan peredaran gelap, dan munculnya berbagai jenis narkotika membutuhkan kemampuan operasional yang semakin kuat.


Urgensi tersebut terlihat dari sejumlah pengungkapan besar dalam dua bulan terakhir. BNN bersama instansi terkait mengamankan 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau pada awal Agustus 2026. Pada 24 Agustus 2026, tim gabungan kembali menemukan 800 kilogram ketamine hidroklorida yang disembunyikan di Kapal Fuchangxing I di perairan Natuna Utara.
Selain pengungkapan ketamin, BNN juga mengamankan 3,37 ton cannabis buds di Gresik dan menggagalkan penyelundupan 2,6 ton methamphetamine cair di perairan Kepulauan Riau. Rangkaian pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus berkembang dengan memanfaatkan berbagai jalur dan modus, termasuk jaringan internasional.
Karena itu, tambahan dukungan anggaran BNN diarahkan tidak hanya untuk operasi pemberantasan, tetapi juga memperluas pencegahan di masyarakat, khususnya generasi muda, memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkotika, meningkatkan layanan rehabilitasi, serta memperkuat kemampuan laboratorium dan intelijen.
Pada Tahun Anggaran 2027, BNN mengusulkan tambahan anggaran untuk mendukung kebutuhan tersebut. Penguatan anggaran dinilai penting agar jangkauan intervensi BNN tidak terbatas, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan pencegahan dan rehabilitasi yang semakin mudah diakses.
Dalam rapat, anggota Komisi III DPR RI juga memberikan sejumlah masukan, antara lain mengenai penguatan sarana dan prasarana, kapasitas operasional dan intelijen, pendidikan antinarkotika, serta optimalisasi publikasi capaian BNN. Keberhasilan BNN dinilai perlu dikomunikasikan secara lebih luas agar masyarakat mengetahui hasil nyata upaya pemberantasan narkotika.
BNN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan DPR RI, kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan masyarakat. Penguatan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi guna menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks. (Arya78)
warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN














