Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
Info DaerahJawa TimurNewsPemerintahPolitikPOLRITNI

PARA KIAI SEPUH INGATKAN MUKTAMIRIN: JAGA MARWAH JAM’IYYAH, HINDARI TEKANAN DAN PERTIKAIAN

12
×

PARA KIAI SEPUH INGATKAN MUKTAMIRIN: JAGA MARWAH JAM’IYYAH, HINDARI TEKANAN DAN PERTIKAIAN

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Kediri Kota– Para kiai sepuh mengingatkan seluruh peserta Muktamar NU atau muktamirin untuk menjaga marwah dan kehormatan jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Mereka juga menyerukan agar muktamirin menggunakan haknya secara bertanggung jawab serta menghindari tekanan, provokasi, dan pertikaian dalam proses Muktamar.

Pesan itu disampaikan usai pertemuan para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Beberapa kiai sepuh yang hadir antara lain Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus dari Lirboyo, KH ‘Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir dari Kajen, KH Abdullah Ubab Maimoen dari Rembang, KH Muhibbul Aman Aly dari Pasuruan, serta KH Nurul Yaqin Ishaq.

Gunakan Hak dengan Bijak
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, tausiah ini ditujukan kepada seluruh muktamirin tanpa kecuali.

“Tausiah ini untuk mengingatkan, pertama, kepada para muktamirin sebagai pemegang hak utama supaya menggunakan haknya dengan baik. Jangan terintimidasi dan terkena provokasi. Pilih yang terbaik, baik AHWA maupun pengurus NU yang akan datang,” tegas Kiai Ma’ruf.

Ia menekankan, pemilihan pemimpin harus mengedepankan kemaslahatan jam’iyyah, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kiai Ma’ruf juga mengingatkan konsekuensi moral bagi yang sengaja memilih pemimpin tidak baik padahal mengetahui ada calon yang lebih baik.

“Jadi khianat kepada Nabi, khianat kepada pendiri NU. Apalagi kalau memilihnya ada sesuatu, maka dosanya bertambah,” jelasnya sambil mengutip sebuah hadis.

7 Poin Tausiyah untuk Muktamirin dan Presiden
Pertemuan selama sekitar satu jam itu menghasilkan tujuh poin tausiyah. Poin tersebut dibacakan oleh KH Muhibbul Aman Aly dan ditujukan kepada muktamirin serta Presiden Prabowo Subianto:

  1. Jaga Marwah Jam’iyyah
    NU adalah jam’iyyah diniyyah ijtima’iyah yang menjunjung adab dan akhlakul karimah serta memegang teguh khittah nahdliyyah. Jauhkan Muktamar dari tindakan yang tidak terpuji.
  2. Musyawarah dengan Akhlak Mulia
    Muktamar adalah forum musyawarah para kiai dan ulama. Pilihlah pemimpin terbaik. Utamakan kemaslahatan jam’iyyah, perkuat persatuan, dan hindari pertikaian.
  3. Jaga Kehormatan AHWA
    Ahlul Halli wal ‘Aqdi adalah maqam keulamaan. Jangan nodai proses penentuan AHWA dengan transaksi, tekanan, rekayasa, atau cara-cara tidak terpuji.
  4. Hormati Kedaulatan Muktamirin
    Muktamirin adalah pemegang kedaulatan. Jangan ada pengondisian, tekanan, manipulasi, atau rekayasa yang mengurangi kebebasan menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan.
  5. Seruan kepada Pemerintah dan Pihak Luar
    Pemerintah, kekuatan politik, dan pihak di luar jam’iyyah diminta menghormati kemandirian NU dan kedaulatan Muktamar. Hindari segala bentuk intervensi.
  6. Kepercayaan kepada Presiden
    Para kiai menaruh kepercayaan kepada Presiden Prabowo agar pemerintah tetap menghormati kemandirian NU. Jika ada pejabat yang melakukan intervensi, diharapkan Presiden mengambil tindakan tegas. Para kiai siap menghadap Presiden untuk menyampaikan keprihatinan demi menjaga kehormatan pemerintah dan kemandirian NU.
  7. Hentikan Pengacauan
    Kepada pihak-pihak yang mengacaukan proses Muktamar, segera hentikan. Orang baik adalah yang menyadari kesalahan dan tidak melanjutkan tindakan tercela. Semoga Allah menjaga dan membimbing NU. (Arya78)

NU Online
Achmad Risky Arwani M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *