Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaInfo DaerahJawa BaratNewsPOLRI

SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS

2
×

SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Depok, 5 Agustus 2026 – Aksi kejar-kejaran dan baku tembak mewarnai simulasi penindakan sindikat peredaran gelap narkotika jenis sabu pada penutupan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Raid Planning Execution (RPE) Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Simulasi tersebut digelar di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8). Simulasi menjadi puncak dari pelatihan intensif selama 3 hari sejak 3 Agustus 2026 yang diikuti 74 personel Dakjar BNN.

Dalam skenario, tim bergerak cepat mengepung kendaraan terduga pelaku. Setelah pelaku diamankan, tim melakukan pengembangan dengan menggerebek gudang yang diduga sebagai tempat penyimpanan dan pusat distribusi narkotika. Saat penggerebekan, para pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak. Berkat tindakan cepat dan terukur, situasi berhasil dikendalikan dan para tersangka beserta barang bukti diamankan.

Simulasi ini menjadi implementasi nyata materi pelatihan, mulai dari penyusunan rencana operasi, pengambilan keputusan cepat, koordinasi antartim, hingga eksekusi penindakan secara presisi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, masyarakat, dan kepatuhan prosedur.

Menutup pelatihan, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan personel adalah fondasi utama operasi pemberantasan narkotika yang efektif dan terukur.

“Kita harus mengedepankan prinsip zero error dalam setiap operasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota kita sendiri maupun masyarakat. Terus berlatih sungguh-sungguh, asah kemampuan teknis, perkuat fisik dan mental. Ingat, tantangan di lapangan jauh lebih berat daripada latihan ini,” tegas Kepala BNN RI.

Pada kesempatan itu, Kepala BNN RI juga menyerahkan penghargaan kepada Tim Terbaik kategori RPE dan Handling Suspect, serta 3 peserta dengan keterampilan menembak perorangan terbaik: Kompol Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Aipda Ibnu Muttaqien.

Dengan pelatihan ini, BNN optimis personel Dakjar semakin siap, adaptif, dan profesional dalam membongkar jaringan narkotika di lapangan. (Arya78)

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

WarOnDrugsForHumanity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *