Scroll untuk baca artikel
Example 35x290
Example 728x250
BeritaInfo DaerahLampungNewsPemerintahWartawan

Sekdes Tanjung Rejo Akui Tak Dilibatkan Kades, Sebut Kades Sengaja Hindari Wartawan*

12
×

Sekdes Tanjung Rejo Akui Tak Dilibatkan Kades, Sebut Kades Sengaja Hindari Wartawan*

Sebarkan artikel ini

BATAVIAINEWS.COM Pesawaran, Lampung – Sekretaris Desa Tanjung Rejo, Abdul Rahman, mengaku tidak dilibatkan oleh Kepala Desa dalam berbagai urusan pemerintahan desa. Hal itu disampaikan saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu 29/04/2026 pukul 14.20 WIB.

Kepada media, Abdul Rahman membenarkan isi pemberitaan yang sebelumnya telah dimuat Raja Wali Nusantara News (RNN). Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya kerap dianggap menutup-nutupi informasi dari pimpinan oleh rekan-rekan di kantor desa.

“Jujur saya katakan, kalau saya mau menjatuhkan pimpinan sebenarnya bisa. Tapi sebagai bawahan, tentu saya tidak bisa berlebihan,” ujar Abdul Rahman dengan nada lembut.

Ia menambahkan, sebagai pelayan masyarakat, sudah menjadi tugasnya untuk melayani setiap tamu yang datang ke kantor desa, termasuk wartawan. “Apalagi media, tugas mereka sebagai kontrol sosial. Kalau kepala desa tidak hadir, tentu mereka akan menemui sekdes. Contohnya saat ditanya soal pembangunan, kalau saya tahu pasti saya jawab. Kalau tidak tahu, saya sampaikan tidak tahu. Jadi tidak benar kalau saya disebut menutupi,” jelasnya.

Abdul Rahman mengaku tidak mengetahui detail anggaran dan pembelanjaan desa karena memang tidak dilibatkan. “Padahal sebagai sekdes, seharusnya saya tahu rincian anggaran tiap item. Kalau saya ceritakan soal nominal yang saya tahu, yakin kepala desa pasti dipanggil dinas terkait,” ungkapnya.

Ia juga membeberkan bahwa pada Selasa 28/04/2026, kepala desa sebenarnya ada di desa, namun tidak masuk kantor. “Kades malah berkantor di rumah warga untuk menghindari wartawan yang datang ke kantor desa. Setelah wartawan pulang, saya yang masih di balai desa dipanggil ke rumah Kadus atau RT, di mana kades sudah menunggu,” kata Abdul Rahman.

Dalam pertemuan itu, ia mengaku ditanya alasan dirinya berbicara kepada wartawan. “Saya jawab, masak saya disuruh diam kalau ditanya. Tapi saya tidak pernah merinci soal anggaran karena memang tidak tahu. Lalu kades bilang, ‘Itu kan dapur kita Pak Sekdes, harus dipertanggungjawabkan’. Saya balas, ‘Yang berbuat salah siapa, sekdes atau Pak Kades?’ Akhirnya beliau diam,” tuturnya.

Menyikapi pengakuan tersebut, awak media menilai tindakan kepala desa yang tidak masuk kantor pada Selasa 28/04/2026 merupakan upaya sengaja untuk menghindari wartawan. “Artinya Pak Kades korupsi waktu alias minggat hari Selasa itu,” tulis media.(suf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *