BATAVIAINEWS.COM PRINGSEWU – Kepemimpinan baru Partai Golkar Kabupaten Pringsewu resmi dimulai setelah Hj. Ririn Kuswantari dilantik sebagai Ketua DPD II. Di balik momentum tersebut, perhatian publik turut tertuju pada sosok Mizna Avia Gehsara, S.Kep., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Pringsewu.
Kehadiran Mizna dinilai membawa warna tersendiri, tidak hanya karena kapasitasnya sebagai tenaga kesehatan dan entrepreneur muda, tetapi juga karena latar belakang historis keluarganya yang memiliki jejak panjang dalam perjuangan sosial dan politik di daerah tersebut.

Ia merupakan bagian dari keluarga besar almarhum KH Ghalib, tokoh yang dikenal luas dalam perjalanan sejarah sosial masyarakat, serta memiliki garis politik dari KH Abdul Fattah yang dikenal sebagai kader Partai Golkar sejak era 1970-an.
Kombinasi nilai perjuangan dan semangat generasi muda menjadi modal penting bagi Mizna dalam menjalankan perannya di organisasi sayap perempuan Partai Golkar. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan, khususnya generasi muda, menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Pringsewu adalah milik bersama. Perempuan muda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.
Ruang partisipasi terbuka, tinggal bagaimana kita berani mengambil peran,” ujarnya.
Ke depan, Mizna menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya pada bidang kesehatan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, potensi generasi muda di Pringsewu perlu difasilitasi agar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan, sekaligus memastikan aspirasi perempuan muda dapat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Perempuan muda memiliki perspektif dan energi besar. Tugas kita adalah memastikan suara itu tidak hanya terdengar, tetapi juga berkontribusi nyata dalam arah pembangunan,” tambahnya.
Pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi kepengurusan baru Partai Golkar Pringsewu, sekaligus membuka ruang bagi munculnya figur-figur muda yang diharapkan mampu memperkuat peran partai di tengah dinamika masyarakat.
(Dar, suf)














