BATAVIAINEWS.COM Batam – Dalam rangka mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polda Kepri menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) Operasi Ketupat Seligi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri. Rabu (11/3/2026).
Simulasi ini dipimpin langsung oleh Karendalopsda Ketupat Seligi 2026 dan didampingi oleh Kasatgasopsda Ketupat Seligi 2026, serta dihadiri oleh jajaran Kasatgas, Kasubsatgas, dan perwakilan stakeholder terkait mulai dari Basarnas, BP Batam, hingga dinas pemerintahan setempat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Karendalopsda Ketupat Seligi 2026, Karoops Polda Kepri Kombes. Pol. Taswin, S.I.K., M.H., dan didampingi oleh Kasatgasopsda Ketupat Seligi 2026, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., dan dihadiri seluruh peserta TFG. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan perwira pelaksana, serta paparan teknis mengenai skenario pengamanan yang akan dihadapi di lapangan.
Dalam arahannya, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Seligi 2026 dijadwalkan akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 Maret hingga 26 Maret 2026. Fokus utama operasi ini adalah mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif serta Kamseltibcar Lantas yang aman dan terkendali. Beliau menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi kemacetan panjang (stuck) dan keramaian di titik-titik transportasi publik.
Untuk mendukung keberhasilan pengamanan selama periode tersebut, Polda Kepri menyiagakan total 43 pos yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, dengan rincian 16 Pos Pelayanan, 22 Pos Pengamanan dan 5 Pos Terpadu.
Dikesempatan yang sama, Karoops Polda Kepri Kombes. Pol. Taswin, S.I.K., M.H., juga memberikan penekanan tegas bahwa TFG ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bekal agar setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya secara presisi. Beliau mengingatkan bahwa dinamika lapangan jauh lebih kompleks, sehingga kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama. Beliau juga menginstruksikan penggunaan alat komunikasi ganda (minimal 2 unit HT) di setiap pos terpadu guna menjamin kelancaran koordinasi internal maupun lintas sektor secara real-time.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 ini, jajaran Polda Kepri bersama instansi terkait mengusung komitmen bersama yaitu “No Crime dan No Accident”. Target utamanya adalah mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik berlangsung.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps.
“Kemudian, bagi masyarakat yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga lainnya di rumah saat mudik, dipersilakan untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat (Polsek atau Polres). Layanan penitipan ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun, sebagai wujud kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman selama merayakan Idul Fitri,” tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. ( Arya78)
Polri Untuk Masyarakat














