BATAVIAINEWS.COM Palembang, 12 Februari 2026 – SMA Negeri 20 Palembang menggelar kegiatan Pergelaran Tari Nusantara sebagai bagian dari ujian praktik Seni Budaya untuk siswa kelas XII. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menguasai berbagai jenis tarian tradisional dari seluruh Indonesia.
Acara yang dipimpin langsung oleh guru pengampu Seni Budaya, Bapak Supriyanto dan Ibu Siti Nurhaliza, menghadirkan berbagai pertunjukan tari menarik. Di antaranya tari Saman dari Aceh, tari Pendet dari Bali, tari Jaipongan dari Jawa Barat, hingga tari Gending Sriwijaya yang menjadi khas daerah Palembang. Setiap kelompok siswa telah melakukan persiapan matang selama lebih dari satu bulan untuk memastikan setiap gerakan dan irama dapat ditampilkan dengan sempurna.
Dalam foto yang diunggah oleh Ibu Meilina (Humas SMA 20 Palembang), terlihat siswa dan tenaga pendidik berkumpul dengan penuh semangat setelah acara berlangsung. Sebagian besar peserta mengenakan seragam batik biru yang menjadi identitas pada acara tersebut, dengan beberapa kelompok juga mengenakan kostum khas masing-masing tarian yang mereka tampilkan. Suasana yang penuh kebersamaan terlihat jelas dari wajah-wajah yang ceria dan ekspresi bangga setelah menyelesaikan pertunjukan.
Kepala SMA 20 Palembang, Bapak Herman Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja sama dalam menyukseskan acara ini. “Pergelaran Tari Nusantara ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi syarat ujian, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan dan mengenalkan kekayaan budaya tari Nusantara kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa semakin mencintai dan menghargai warisan budaya negara serta mampu menjadi duta budaya yang baik,” ujarnya.
Selain sebagai ujian praktik, acara ini juga dihadiri oleh beberapa orang tua siswa yang turut meramaikan dan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka. Beberapa orang tua menyampaikan rasa bangga melihat prestasi yang dicapai oleh putra-putri mereka dalam menghayati dan menampilkan tarian tradisional Indonesia.
Pihak sekolah juga menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus diadakan setiap tahun sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran Seni Budaya, dengan harapan dapat terus mengembangkan minat dan bakat siswa dalam bidang seni dan budaya.(kusnandar)














