BATAVIAINEWS.COM Padang — Semangat kewirausahaan dan ketekunan menjadi kunci perjalanan hidup Ferdiansyah, putra daerah kelahiran Padang yang kini berusia 47 tahun. Terlahir dari keluarga pedagang, Ferdiansyah memilih menapaki jalannya sendiri hingga berhasil membangun usaha oleh-oleh khas Kota Padang berbasis usaha rumahan.
Sebelum terjun ke dunia wirausaha, Ferdiansyah memulai karier profesionalnya dengan bekerja di Federal International Finance (FIF) pada tahun 2005. Selama lebih dari satu dekade, ia mengasah kemampuan di bidang pemasaran dan manajemen hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2016 untuk fokus membangun usaha sendiri.
Langkah awal wirausaha dimulai di Padang Panjang. Meski sang ayah dikenal sebagai pedagang usaha pecah belah di Kota Padang, Ferdiansyah memilih berdiri di atas kakinya sendiri. Namun, setelah dua tahun berjalan tanpa perkembangan signifikan, ia mengambil keputusan besar untuk kembali ke Kota Padang dan memulai ulang dari nol.
Titik balik usaha terjadi berkat peran sang istri yang memiliki keahlian dalam mengolah keripik ubi merah. Dari dapur rumah sederhana, keduanya memulai usaha rumahan dengan pembagian peran yang jelas: Ferdiansyah menangani pemasaran, sementara istrinya fokus pada produksi.
Pada tahun 2020, usaha ini mulai berkembang pesat dengan memanfaatkan penjualan offline dan online secara bersamaan. Konsistensi kualitas dan cita rasa membuat produk mereka perlahan dikenal luas oleh masyarakat.
Seiring waktu, produk keripik ubi merah buatan Ferdiansyah dan istri berhasil menembus pasar oleh-oleh ternama di Kota Padang. Beberapa pusat oleh-oleh terkenal seperti Christine Hakim, Umi Aufa Hakim, dan sejumlah gerai lainnya mulai memasarkan produk tersebut.
Bagi Ferdiansyah, usaha ini bukan semata soal bisnis. Ia memiliki tekad kuat untuk menghadirkan oleh-oleh khas Kota Padang yang mampu bersaing dan menjadi kebanggaan daerah. “Keinginan saya sederhana, bagaimana produk kami bisa dikenal sebagai bagian dari identitas oleh-oleh Padang,” ujarnya.
Kisah Ferdiansyah menjadi bukti bahwa kolaborasi keluarga, keberanian mengambil risiko, dan ketekunan dapat melahirkan peluang besar. Dari usaha rumahan, kini ia melangkah mantap mewujudkan mimpi menjadikan produknya ikon oleh-oleh khas Ranah Minang.
(Tim Redaksi)














