BATAVIAINEWS.COM Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gempa besar akibat aktivitas zona megathrust yang tersebar di sepanjang wilayah Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang diketahui memiliki dua segmen megathrust aktif, yaitu Mentawai–Pagai dan Mentawai–Siberut. (11 November 2025)
Kedua zona tersebut diperkirakan mampu memicu gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,9, menjadikannya salah satu potensi sumber gempa paling besar di Tanah Air.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, BMKG membeberkan terdapat 13 zona megathrust utama di Indonesia yang masing-masing berpotensi menimbulkan gempa kuat, yaitu:
- Mentawai–Pagai (M8,9)
- Enggano (M8,4)
- Selat Sunda (M8,7)
- Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7)
- Jawa Timur (M8,7)
- Sumba (M8,5)
- Aceh–Andaman (M9,2)
- Nias–Simelue (M8,7)
- Batu (M7,8)
- Mentawai–Siberut (M8,9)
- Sulawesi Utara (M8,5)
- Filipina (M8,2)
- Papua (M8,7).
BMKG menegaskan, zona megathrust merupakan daerah pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi menimbulkan gempa bumi besar karena terjadinya akumulasi energi dalam waktu lama. Meski begitu, hingga kini tidak ada teknologi yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun selalu waspada dan memahami langkah mitigasi bencana. Pahami risiko di sekitar tempat tinggal dan pastikan bangunan memiliki struktur tahan gempa,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Pihak BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah serta masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan melalui simulasi evakuasi, penataan tata ruang berbasis risiko bencana, dan edukasi berkelanjutan.
Dengan keberadaan 13 zona megathrust tersebut, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan potensi seismik tertinggi di dunia, sehingga kesadaran dan kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak bila gempa besar terjadi.
Sumber BMKG
(Ferdi/Wakaperwil Sumbar)














